Kenaikan Standar Kelulusan UN, Yang Jadi Korban Masyarakat Miskin dan Bodoh


Pemerintah kembali menaikkan standar kelulusan dalam Ujian Nasional (UN). Dari rata-rata minimal 5,25 menjadi 5,50 untuk semua pelajaran yang diujikan. Keputusan ini tertuang dalam Permendiknas No. 77/2008 (SMA/MA/SMK) dan No. 78/2008 (SMP/MTs.) tertanggal 11 Desember 2008. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, keputusan ini pun menuai kontroversi.

“Kebijakan itu mengorbankan masyarakat miskin dan bodoh. Untuk sekolah bagus, nilai segitu (rata-rata 5,5) mudah. Tapi untuk sekolah pinggiran, nilai segitu susah,” jelas pengamat pendidikan Darmaningtyas kepada detikcom, Senin (19/1/2008).

Lantas, apa penyebab pemerintah demikian keukeuh terhadap kebijakan ini? “Itu karena perbedaan paradigma. Pemerintah meyakini bahwa mutu pendidikan dapat diukur melalui ujian. Sementara kami-kami yang menolak menilai ujian hanya mengukur satu aspek saja, yaitu kognitif. Aspek afektif dan psiko motoriknya tidak,” imbuhnya.

Darmaningtyas justru mengkhawatirkan tingkat kebocoran dan kecurangan yang akan semakin tinggi bila standar kelulusan dinaikkan, yang ironisnya justru sering dilakukan oleh oknum tenaga pendidik. “Dari beberapa kali penyelenggaraan, semakin besar tingkat kebohongan untuk membantu siswa,” urai pria kelahiran Gunungkidul, Yogyakarta ini.

Apa penyebabnya? “Masalahnya, orang tidak ingin dikatakan gagal. Kepala Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan guru tidak mau dibilang gagal. Ini masalah harga diri,” pungkas penulis buku ‘Pendidikan yang Memiskinkan’ tersebut.(alf/anw)

Alfian Banjaransari – detikNews

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/01/19/112139/1070706/10/yang-jadi-korban-masyarakat-miskin-dan-bodoh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s