Pajak dan Rakyat

Akhir-akhir ini aparat pajak semakin giat menguber-uber rakyat untuk memilik NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan bahkan memaksa secara halus melalui perusahaan tempat karyawan bekerja. Bila memiliki NPWP tarif PPH hanya 5%, jika tidak memiliki sekitar 20%. Apakah pejabat Departemen Pajak tidak pernah memikirkan kesulitan hidup kami sehari-hari?

Boro-boro untuk menabung. Tiap bulan saja sehabis gajian langsung habis untuk membayar tagihan listrik, telepon, dan berbagai macam kebutuhan lainnya yang harganya melangit. Jika saja bisa berpikir jernih saat ini sudah menyengsarakan rakyat banyak.

Seandainya saja penggunaan uang hasil pajak dari rakyat itu dimanfaatkan dan dikembalikan kepada rakyat untuk mensejatherakan rakyat tidak usah bersusah payah mengejar masyarakat untuk bayar pajak.

Kami ikhlas dan rela kok bayar pajak. Tapi, bisa lihat sekarang wajah Indonesia seperti apa. Jalanan banyak yang rusak, sekolah banyak yang hampir roboh dan tidak layak pakai. Kesehatan ongkosnya mahal.

Apa saja yang ada di pikiran hanyalah bagaimana caranya mengeruk dan memeras uang rakyat sebanyak-banyaknya untuk menggendutkan perut sendiri. Jika kalian bisa berhitung dan berpikir dari pajak kendaraan saja sudah berapa triliun rupiah yang bisa didapat. Belum lagi pajak PBB, PPN, bea masuk impor.

Apa ini masih kurang cukup sehingga masih bernapsu untuk memeras hasil keringat kami yang tidak seberapa? Jika anak kami sakit, tidak sekolah, apakah akan perduli? Hanya mementingkan diri sendiri dan partai saja. Bukan rakyat yang dibela.

Ayolah bersihkan hati nurani sejenak saja. Berpikirlah jernih bahwa telah menyebabkan biaya hidup rakyat jadi mahal. Kapankah mau sadar dan bertobat bahwa harta yang kalian kumpulkan dari hasil pemerasan terhadap rakyat tidak akan terbawa jika kalian mati. Lahir dan mati tidak ada yang akan kita bawa ke akhirat.

Hanya pertanggungjawaban di hadapan Tuhan nanti. Pajak tujuannya untuk mensejahterakan rakyat bukan untuk memeras rakyat. Rakyat terlalu baik hati terhadap pejabat korup.

Carilah jalan supaya penggunaan uang pajak dapat diberikan kepada rakyat sebaik-baiknya. Jangan peras kami lagi. Ayo bertobatlah selama Tuhan masih berkenan mengampuni. Semoga masih ada sedikit harapan dan kesadaran dalam diri kalian.

Ronny
Jakarta Pusat
cw_coolz@yahoo.com
087855566685

Sumber : http://suarapembaca.detik.com/read/2008/12/23/110603/1058211/471/pajak-dan-rakyat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s