Ketika Susu Harus Mengalah Pada Rokok

Berbagai tekanan ekonomi membuat pemenuhan gizi anak kerap terabaikan, bahkan sekadar untuk memberikan air susu ibu pun harus terkendala oleh faktor kemiskinan. Ironisnya lagi, tak jarang kaum lelaki tak sadar ternyata lebih banyak membelanjakan uangnya untuk rokok ketimbang susu anak.

Lihat saja Esti. Di usianya yang baru lima bulan, bayi ini tengah membutuhkan asupan ASI. Sayang, sang ibu hanya bisa menemuinya sebulan sekali karena bekerja sebagai baby sitter. Ayah Esti pun tak bisa berbuat banyak, demi rupiah ia rela berganti peran dengan sang istri. Maka jadilah Esti bergantung pada susu formula.

Yang mengherankan, di tengah keterbatasan ekonomi tersebut, belanja rokok sang ayah malah lebih besar ketimbang dana membeli susu. Sebesar Rp 250 ribu untuk rokok dan Rp 190 ribu untuk susu anak per bulan. Dengan anggaran sebesar itu pun sang ayah mengaku telah mengurangi konsumsi rokoknya. Kecukupan gizi seorang anak amat bergantung pada pola hidup orang tuanya. Semestinya ini menjadi kesadaran kaum bapak pula.(ADO/Anastasya Putri dan Nurwanto)

Sumber : http://www.liputan6.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s